Di era digital saat ini, eksperimen kecil sering kali bermula dari kebiasaan sehari-hari. Berawal dari kepopuleran game tebak kata global seperti Wordle serta adaptasi lokalnya, muncul sebuah gagasan untuk membangun versi mandiri yang sepenuhnya bernuansa Indonesia. Lahirlah Tebakata dengan domain tebakata.id sebuah platform web game tebak kata harian berbasis tanggal yang dirancang bersih, minimalis, dan relevan dengan kosakata lokal.
Artikel ini mendokumentasikan proses di balik layar, mulai dari pemilihan tumpukan teknologi (tech stack) menggunakan kecerdasan buatan, tantangan pengelolaan basis data kamus, hingga perbaikan desain antarmuka (UI/UX) agar nyaman diakses lintas perangkat.
Fondasi Awal: Membangun Inti Permainan dengan
Proses pengembangan fondasi game ini memanfaatkan platform pengembangan web berbasis interaksi natural (natural language full-stack AI development). Pendekatan ini memungkinkan perancangan kerangka dasar game, mulai dari papan grid 6×5, papan tombol virtual (on-screen keyboard), hingga logika kalkulasi warna (hijau, kuning, abu-abu)—berjalan hanya dalam hitungan menit.
Agar sensasi permainannya autentik seperti Wordle original, sistem harian dirancang menggunakan generator berbasis tanggal (YYYY-MM-DD) dengan zona waktu WIB (UTC+7). Artinya, seluruh pemain di manapun mereka berada akan mendapatkan satu kata rahasia yang persis sama setiap harinya, dan game terkunci otomatis setelah sesi harian selesai dengan fitur bagikan hasil (share result) berformat emoji yang elegan.
Tantangan Kamus: Mengubah Ribuan Data KBBI Menjadi Validasi Layak Main
Salah satu batu sandungan terbesar dalam membuat game tebak kata lokal adalah ketersediaan kamus. Percobaan awal menggunakan daftar kata instan dari AI kerap berhalusinasi atau menolak kata-kata umum yang sebenarnya baku.
Untuk mengatasinya, pencarian repositori terbuka (seperti basis data SQL KBBI dari komunitas GitHub) dilakukan, menghasilkan 6.902 kata baku 5 huruf. Melalui bantuan pengolahan data semi-otomatis menggunakan spreadsheet, daftar tersebut disaring secara presisi.
Dalam arsitektur finalnya, sistem dipisahkan menjadi dua pilar:
-
Valid Words (Kamus Validasi): Memuat ribuan kata dari daftar tersebut agar pemain bebas mengetik kata apa saja yang sah secara kaidah bahasa tanpa takut tertolak sistem.
-
Target Words (Kata Rahasia): Difilter kembali ke dalam subset khusus kata-kata dasar yang paling familier untuk diundi sebagai tantangan harian.
**
Eksperimen ini tidak hanya memperkaya portofolio DGTLZ dan pengembangan web lokal, tetapi juga menjadi wadah menyenangkan untuk menguji perbendaharaan kosakata bahasa Indonesia sehari-hari. Tertarik mencoba tantangan hari ini? Langsung saja kunjungi tebakata.id.